Thursday, November 29, 2018

nasab Nabi Muhammad saw

oleh: Kholil

Nasabnya Nabi saw bisa dibagi menjadi tiga bagian. bagian pertama adalah bagian yang sepakat para ahli siroh dan nasab atasnya.
bagian kedua adalah bagian yang banyak diperselisihkan di dalamnya.

bagian ketiga adalah bagian setelah nabi Ibrohim sampai nabi Adam AS. (sumber kitab arrahiiqul makhtum karya shofiyyurRahman Al Mabarkafuri bab Nasab Nabi dan keluarganya)

Bagian pertama: Nasab yang disepakati ahli sirah yaitu;
Muhammad binAbdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim, bin Abdu Manaf bin Qushayy bin Kilab bin Murroh bin Ka`ab bin Lu`a bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An Nadlor bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin ilyas bin Mudlor bin Nizar binMa´ad bin ´Adnan.

Bagian kedua; Nasab beliau setelah Adnan (nasab ini banyak diperselisihkan)

nasabnya yaitu Adnan bin Udad bin Hamaysa´ bin Salaman bin ´Aush bin Bauz bin qimwal bin Ubay bin ´Awam bin Naasyid bin Hiza bin Baldas bin Yadlaf bin tuabikh bin Ja him bin Nahisy bin Makhi bin ´iyadl bin ´Abqar bin ´Abid bin Da´a bin Hamdan bin Sanbar bin Yatsribi bin yahzan bin Yalhan bin ar´awi bin ´iyadl bin Disyan bin ´Aishir bin Afnad bin Aiham bin Muqashshir bin Nahits bin Zarih bin Samy bin Mazy bin´Audloh bin ´Irom bin Qaidar bin Ismael bin Ibrohim AS.

bagian ketiga; Nasab baginda Nabi saw setelah nabi Ibrohim as.

Ibrohim bin Tarah (namanya Aazar) bin Nahur bin Saru´bin Ra´u bin Falakh bin ´Abir bin Syalakh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh as bin Laamik bin Matausyalakh bin Akhnukh bin Yard bin Mahlail bin Qainan bin Anusy bin Syits bin Adam as.

pentingnya mempelajari nasab Nabi saw

mempelajari nasab nabi saw tidaklah sia-sia tapi banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil. menurut Syekh Muhammad Romadlon Al Buthi -Semoga Allah merahmatinya- bahwa mempelajari nasab Nabi saw ada beberapa pelajaran;
1. Nasabnya beliau saw merupakan bukti nyata bahwa Allah telah memilih Arab dari seluruh umat manusia, lalu Allah memuliakan Quraisy daripada kabilah-kabilah lain.

diriwayatkan oleh
imam muslim dari Rasulullah saw: Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda :Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari putranya Ismael, dan memilih Hasyim daripada Quraisy lalu memilih aku daripada Bani Hasyim.

2. baginda Nabi saw terlahir Yatim bukanlah karena kebetulan, lalu kakeknya jga meninggal  hingga ia jauh dari kasih sayang ibunya. mungkin paling penting adalah bantahan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa ajaran Muhammad adalah bersumber dari ayah dan kakeknya, kakek beliau saw merupakan pemuka kaumnya dan memegang kunci menjamu dan memberi minum jamaah haji.

3. keberadaan Rasulullah saw walaupun masih kecil saat disusui Halimah dari Bani Sa´ad membawa keberkahan yang luar biasa, begitu juga keberadaan ahli bait dan orang-orang shaleh.
4. lihatlah bagaimana saat baginda Nabi saw masih kecil dibawa dua malaikat lalu dibelah dada beliau, semua merupakan pilihn dari Allah SWT.

Monday, November 12, 2018

PERKAWINAN BANGSA ARAB SEBELUM ISLAM

oleh Kholil

Dalam kitab Arrahiqul Makhtum karya Syekh Shofiyurrahman Al Mabarkafuri, disebutkan  bahwa sesungguhnya pernikahan pada masa Jahiliyah itu ada empat macam:
Pertama; yaitu seperti pernikahan (Islam) saat ini, yaitu seorang laki-laki melamar kepada laki-laki wali atau anak perempuannya, lalu ia mengiyakan kemudian menikahkannya.

kedua; nikah Istibdlo' yaitu seorang suami berkata kepada istrinya yang sudah suci dari Haid, "Pergilah kepada si Fulan lalu bersetubuhlah dengannya lalu suaminya tidak menyentuhnya hingga nampak kehamilannya dari laki-laki tersebut. hal itu dilakukan guna mencari anak bibit unggul.

ketiga; berkumpul beberapa laki-laki kurang dari sepuluh orang lalu menggauli seorang perempuan, ketika sudah hamil lalu melahirkan, beberapa malam kemudian ia memanggil seluruh lelaki tersebut dan memilih salah satu nama lelaki yang disebutnya, anaknyapun mengikut kepadanya.

keempat; berkumpul banyak laki-laki kepada seorang perempuan pelacur, biasanya menaruh bendera-bendera di pintunya, lalu saat ia hamil, mereka berkumpul dan memanggil Al Qaafah (ahli menentukan keturunan seseorang) hingga siapa yang ditentukan Al Qaafah inilah yang akan menjadi suami dan ayah dari anak tersebut.